RSS

Arsip Kategori: Cerita remaja islami

Akhwat Sejati

Seorang gadis cilik bertanya pada Ayahnya “Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi darikecantikan hati yang ada dibaliknya. Akhwat Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat darisejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya. Akhwat Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi darikeikhlasan Ia memberikan kebaikan itu. Akhwat Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dariapa yang sering mulutnya bicarakan. Akhwat Sejati bukan dilihat dari keahlIannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara. Sang Ayah terdIam sembari menatap putrinya“Lantas apa lagi Abi…?”Ketahuilah putriku…. Akhwat Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat darisejauh mana Ia berani mempertaruhkan kehormatannya. Akhwat Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat darikekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda. Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujIan yang Ia jalani, tetapi dilihat darisejauh mana Ia menghadapi ujian itu dengan Syukur. Dan Ingatlah…!!! Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat darisejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul. Setelah itu Sang anak kembali bertanya“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi…?”Sang Ayah memberikan sebuah buku dan berkata “Pelajarilah mereka!!” Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihat sebuah tulisan “ISTRI PARA NABI” Meski kita bukanlah salah satu dari Istri Nabi Tapi meneladaninya adalah sebuah bentuk kecintaan kita terhadap Allah SWT.

 

Ikhwan kok Tebar Pesona

Seorang teman akhwat jatuh sakit dan berat badannya menurun drastis. Semua heran. teman yang energik dan sehat begitu kok ya bisa ngedrop. Usut punya usut, ternyata sang akhwat patah hati. Ada seorang ikhwan yang rajin sms dan menelponnya, memberi perhatian-perhatian khusus yang cukup membuatnya melambung. Frekuensi kontakan yang cukup tinggi itu menimbulkan harapan-harapan baru pada diri sang akhwat, tanpa bermaksud untuk kege-eran, si akhwat menangkap ada sinyal-sinyal khusus dari sang ikhwan untuk tidak sekedar ber”hai-hai” via sms atau telpon. Terutama karena pembicaraan pun sudah mengarah-arah ke “sana”.

Selang beberapa waktu ke depan, frekuensi kontakan berkurang. Sang ikhwan yang biasanya sms 3 kali sehari, berkurang menjadi sehari sekali, kemudian menjadi 3 hari sekali, dan akhirnya gak sama sekali. Yang biasanya menanyakan “udah makan belum?” atau “dah sampai mana tilawahnya?” akhirnya hanya menjadi sms ala kadarnya yang garing. Deringan telpon membangunkan tahajud untuk sang akhwat pun tak ada lagi. Padahal semua uda diberi, pulsa, pinjeman uang..hihihi

Singkat kata, akhirnya ketahuan kalo sang ikhwan memilih mundur untuk tidak melanjutkan hubungan ke tingkat yang lebih serius. Entah apa alasannya, tak ada yang tau pasti. Mungkin ia menemukan ketidakcocokan pada diri sang akhwat, atau mungkin juga pada dasarnya sang ikhwan belum terlalu mantap. Namun apapun yang menjadi alasannya, sang ikhwan telah menorehkan luka pada diri sang akhwat, tanpa ia sadari.

Itu hanya satu kasus di depan mata yang cukup membuat hati miris. Masih banyak kasus-kasus serupa bertebaran di mana-mana. Kepada para ikhwan, jika belum siap atau merasa mantap jangan tergesa-gesa melakukan pedekate. Jangan jadikan akhwat objek untung-untungan (cocok lanjut, gak cocok tinggalin, ato terima syukur gak ya gpp…hayooo..ngaku gak klo sering kek gitu mas-mas..????). Tahukah anda semua, kelemahan wanita adalah dari perhatian-perhatian yang kalian berikan. Sedikit perhatian sudah dapat meluluhkan hati wanita. Ketika akhirnya kalian memutuskan untuk “mundur” karena ketidakmantapan tadi, itu sama artinya seperti kalian menusukan panah tajam berapi ke tubuh wanita (hiperbola dikit yak…:D). Baca dulu disini, disana .

Jika memang sudah berkecenderungan terhadap seorang akhwat, sholat istikharah dulu, mantapkan hati, luruskan niat, baru tembaaaaak…:D (klo lamaran ditolak ya resiko…jangan nyari dukun, hehehe…)Namun untuk lebih amannya ya lewat jalur resmi, sesuai prosedur….^^

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.