RSS

Risalah Cinta Kita

10 Des

Kekasihku,

Masih ingatkah engkau saat aku bertanya tentang maknasebuah cinta?

Dengan bahasa yang lembut nan penuh makna engkaututurkan jawaban atas pertanyaanku, kala itu engkau berkata

“Cinta adalah bunga yang tumbuh ditaman rumahmu,begitu banyak jumlah, jenis dan ronanya yang warna warni hingga membuat hatimubingung dan bimbang, bunga manakah yang akan engkau petik untuk kau hirupsemerbak baunya dan kau hisab manis madunya. Dalam kebimbangan itu engkauberfikir, “Tidakkah lebih baik jika aku petik semua bunga ini dan kutaruh dalamkamarku, jika ia layu tidakkah aku juga masih bisa memetiknya kembalibunga-bunga yang lain”.

Mendengar jawabanmu ini sejenak aku tertegun dangelisah, kemudian buru-buru aku menjawabnya.

“Kekasihku, aku bukanlah kumbang yang menghisabmanisnya madu dari bunga yang satu ke bunga yang lain, dari tangkai yang satuke tangkai yang lain. Ia tidak hanya menghisab madu tapi juga merusak keindahansang bunga.

Aku adalah lebah, yang menghisab madu dari satu jenisbunga, satu jenis tangkai. Dengan hati-hati aku hinggap diatasnya. Pertemuankelopak bunga dengan kepakan sayapku adalah wujud cinta kasihku yang tulus,yang mempertemukan putik bunga dengan benang sari hingga membuatnya berbuah.

Aku kumpulkan madu itu dalam sarang kecilku dankupersembahkan kepada seorang ratu, ratu itu bernama “CINTA”.

Kali ini engkau yang tertegun, kemudian engkaubertanya lagi kepadaku,

“Mengapa ratu itu bernama CINTA, bukannya bunga?”

“Kekasihku” ucapku kembali, jika ratu itu bernamaCINTA maka kasih lebah tidak akan pernah surut, ia mencintai bukan karenakeindahan dan keelokannya, juga bukan karena kekuasaannya. Cintanya adalahwujud pengabdian yang seharusnya ia lakukan dan kasihnya adalah kasih yangtulus yang terpancar dari dalam lubuk hati.

Jika Ratu itu bernama bunga maka persembahan cinta sanglebah kepada bunga hanya sebatas ketika bunga itu nampak indah dan tidak layu,ketika bunga itu layu bunga itu dicampakkan dan ditinggalkan.

“lantas bagaimana dengan HAKIKAT CINTA” tanyamukembali

“kekasihku”, cinta itu laksana maut, ia datang tanpakita undang dan pergi jika ia harus pergi, cinta yang membara berkobar baginyala api yang membakar apapun yang ada disekelilingnya. Ia akan membakarhatimu, melumatnya hingga menjadi kepingan abu.

Cinta juga laksana embun pagi, bening cahayanyamenyejukkan hatimu, cinta itu laksana malam keheningannya menghanyutkankegelisahan hati.

Cinta datang kepadamu laksana anak panah ARJUNA yangmenancap dalam dadamu, jika engkau mencoba untuk mencabutnya maka engkau akanterluka dan jika engkau biarkan menancap dalam dadamu maka engkau akanmenderita. Derita cintamu berwujud dalam kerinduan yang membara. Tak satupunobat yang bisa menyembuhkan derita ini, dan tak seorangpun mampu mencabut anakpanah itu selain sang ARJUNA sendiri.

Kekasihku,

Ketahuilah bahwa tidak semua penderitaan berujung padakesedihan hati. Penderitaan yang disebabkan kerinduan menumbuhkan kebahagiaandan kesenangan hati. Kerinduan hati menantikan perjumpaan dengan sang ARJUNA,layaknya pupuk yang menyuburkan bunga-bunga dalam taman rumahmu. Ia yang telahmembuatnya tersenyum dan tumbuh berseri.

Perjumpaan dengan sang ARJUNA adalah perjumpaan duahati, dua jiwa layaknya perjumpaan bunga dengan tangkainya dan awan putihdengan embun pagi.

Kekasihku,

Jika setiap kali perjumpaanku denganmu menimbulkan debarandalam dadaku, dan menumbuhkan kesan yang mendalam, adakah kata yang lebih indahuntuk mewakili ungkapan hatiku, selain kata kerinduan yang membara. Adakahibarat yang melukiskan perumpaan kebahagiaanku.

Kekasih,

Jika engkau bertanya kepadaku tentang cintaku padamu,maka bertanyalah pada angin dan bercerminlah pada mata air. Sekeras engkauberkata tentang cinta, sekeras itulah rasa cintaku, sebening wajahmu dalambayang air itu sebening itu pula hatiku.

Jika engkau bertanya seberapa dalam rasa cintaku kepadamumaka bertanyalah pada sang waktu karena hanya ia yang akan mampu menjawabnya.Kedalaman rasa cinta tidak diukur dari seberapa banyak aku memberikan kasihkupadamu namun diukur dari seberapa besar arti kasih itu bagimu. Karena hanyasang waktulah yang mampu mengerti betapa berharganya arti cinta kasih itu.


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Desember 2011 in Cinta, Doa Seorang Kekasih, Kekasih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: