RSS

Menikmati Ada dan Tiada

06 Jan

Yang terpenting bukan ada atau tiadanya sesuatu, tapi bagaimana dengan ada atau tiadanya sesuatu tetap menjadi jalan amal yang diridhoi Allah.

 

“Dan Kami PASTI akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali)

Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

(QS Al Baqarah 155-157)

Adanya rezeki membuat kita menjaga syukur, tiada rezeki membuat kita menikmati sabar.

Adanya kawan dan saudara membuat kita menjaga ukhuwah, tiadanya menjadikan kita menikmati saat berkhalwat berduaan hanya dengan Allah.

Adanya amanah menanamkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan, tiadanya memberikan kita waktu menikmati istirahat.

Adanya sehat menjadikan kita giat beramal sebanyak-banyaknya, tiadanya sehat saat sakit menyapa memberikan kita nikmatnya disayangi, digugurkan dosa dan kelembutan cinta dari Allah dan makhlukNya.

Adanya pertemuan menjadikan kita merasakan indahnya silaturahim, tiadanya kebersamaan saat jauh memberi kita nikmatnya rasa rindu dan saling mendoakan.

Adanya banyak orang yang menolong kita membuat kita memiliki rasa kasih sayang dan cinta, sedangkan tiadanya pertolongan dan tempat bersandar menjadikan kita menikmati lezatnya pasrah kepada Allah sang Maha Penyayang.

Adanya siang memberi kita waktu untuk menikmati indahnya dunia, tiadanya siang saat malam tiba memberi kita nikmatnya kekhusyukan ibadah, menangis dan mengadu hanya kepada Allah. 

Ya Allah janganlah Kau biarkan kami mengeluh dan bersedih atas ujian, Hanya Karena Tidak Mengetahui RencanaMu Ya Rabb. Sungguh, kami yakin hanya Engkau yang Maha Penyayang yang paling menginginkan kami dapat mencapai surgaMU

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Januari 2012 in Muhassabah, Renungan Islami

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: